Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info Bahan Bakar Minyak Satu Harga Sudah Capai 22 Titik yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali Bahan Bakar Minyak Satu Harga Sudah Capai 22 Titik tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM – Pemerintah menegaskan, sampai dengan pertengahan Agustus 2017, program bahan bakar minyak (BBM) satu harga sudah mencapai 22 titik di wilayah Indonesia.
“BBM satu harga merupakan komitmen yang sudah pasti,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, Presiden sudah memerintahkan Menteri ESDM untuk membuat Peraturan Menteri BBM satu harga pada RON 88 (premium) dan solar 48.
Data dari Kementerian ESDM menyebutkan hingga 14 Agustus 2017 tercatat BBM satu harga sudah berhasil menjangkau 22 titik di seluruh wilayah Indonesia.
Laporan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Pertamina menyebutkan ada penambahan satu titik lembaga penyalur baru sehingga jumlah (BBM Satu Harga) saat ini menjadi 22 titik.
Rincian 22 titik itu menyasar ke Provinsi Papua sebanyak delapan titik (Kabupaten Puncak, Duga, Yalimo, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Intan Jaya, Paniai), Provinsi Papua Barat sebanyak dua titik (Kabupaten Pegunungan Arafak, Sorong Selatan) serta satu titik di Provinsi Maluku Utara (Kabupaten Morotai).
Sisanya, yakni 11 titik menyebar ke Kalimantan Utara (Kabupaten Nunukan), Sumatera Utara (Kabupaten Nias Selatan), Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai), Jawa Tengah (Kabupaten Jepara) dan Jawa Timur (Sumenep).
Kemudian, Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Sumba Timur), Sulawesi Tenggara (Wakatobi), Kalimantan Timur (Kabupaten Mahakam Hulu), Kalimantan Barat (Kabupaten Bengkayang), dan Sulawesi Utara (Kabupaten Kepulauan Talaud).
Daerah-daerah tersebut merupakan daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang menjadi konsen Pemerintah. Pada berbagai kesempatan Jonan mengakui kemapanan insfrastruktur merupakan tantangan tersendiri dalam merealisasikan program BBM Satu Harga di daerah 3T tersebut.
“Kendalanya itu adalah salah satunya infrastruktur. Ada yang disalurkan melalui pesawat udara. Yang kedua itu adalah kerja sama masing-masing pemangku kepentingan di masing-masing daerah supaya membuat BBM itu harganya sama,” jelasnya.
Sesuai peta jalan BBM satu harga, pemerintah menargetkan pengoperasian 150 lembaga penyalur hingga 2019, masing-masing 54 titik pada 2017, 50 titik pada 2018, dan 46 titik pada 2019. (*)
0 Response to "Bahan Bakar Minyak Satu Harga Sudah Capai 22 Titik"
Post a Comment