Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info Bayi Ini Terlihat "Menderita Kesakitan" di Dalam Perut Ibunya, Setelah Diselidiki, Ternyata Karena "Satu Kebiasaan" Ibunya Ini! yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali Bayi Ini Terlihat "Menderita Kesakitan" di Dalam Perut Ibunya, Setelah Diselidiki, Ternyata Karena "Satu Kebiasaan" Ibunya Ini! tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
Seorang ahli dari Inggris meneliti wanita merokok dan tidak merokok yang hamil 24 minggu, 28 minggu, 32 minggu dan 36 minggu serta melakukan USG 4D untuk melakukan perbandingan. Hasilnya sangat mengejutkan!
Ternyata bayi dalam kandungan wanita yang merokok akan lebih sering memegang bagian hidung dan mulutnya daripada mereka yang tidak merokok, ini juga ternyata berpengaruh pada pertumbuhan janin. Janin yang normal, semakin dekat dengan hari kelahirannya, maka akan mengurangi gerakan di dalam perut ibunya, sedangkan janin dari ibu yang merokok justru akan menyebabkan sistem saraf bayi terganggu dan responnya lebih lambat, akhirnya ini akan berdampak pada pertumbuhan bayi kelak.
Merokok akan menyebabkan pembuluh darah ibu hamil menjadi sempit dan darah menjadi lebih sulit mencapai rahim. Karena itulah bayi juga tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan tidak mendapatkan gizi yang seharusnya. Bau rokok sendiri beracun dan bisa mencapai sang bayi lewat pembuluh darah sang ibu.
Bayi lahir dengan tubuh lebih kecil, biasanya bayi dari ibu yang merokok rata-rata lebih kecil 198 gram dari ibu yang tidak merokok.
Resiko keguguran atau prematur lebih tinggi
Lebih mudah terinfeksi
30% lebih memungkinkan mengidap asma atau alergi
Setelah besar lebih besar kemungkinannya untuk menjadi perokok
Kemungkin untuk menderita gangguan hiperaktif 3 kali lebih tinggi
Resiko terkena kanker
dan banyak penyakit lainnya
Namun, gak cuma perokok saja yang perlu memperhatikan hal ini, perokok pasif juga memiliki resiko yang sama. Karena itulah disarankan begitu tahu hamil, para ibu hamil menghindari rokok dan tempat dimana banyak orang merokok, karena itu sangat berpengaruh pada kandungan.
Kita juga perlu mengetahui kesalahan besar yang selama ini disangka oleh para perokok yang berpikir kalau menghentikan rokok sekaligus justru akan berbahaya bagi janin. Hal ini sama sekali salah, justru sama sekali tidak melukai janin, jadi ini bukan alasan bagi para perokok untuk menghentikan rokoknya pelan-pelan.
Sedangkan setelah melahirkan, jangan mengira kembali merokok sudah tidak ada hubungannya dengan bayimu, justru itu berkaitan sangat erat dengan kesehatan bayi. 「Sebaiknya ibu yang baru melahirkan dan anak bayi berada di dalam lingkungan yang bebas rokok, karena rokok sangfat beracun terutama bagi ASI dan bagi anak bayi. Lingkungan bebas rokok bisa melindungi bayi menjadi perokok pasif, menjadi perokok pasif adalah penyebab bayi bisa mengalami resiko meninggal tiba-tiba.」 Kata Michaela Goecke dari biro kesehatan di Jerman.
Paling baiknya, memang para wanita tidak merokok atau memang menghentikan rokoknya untuk selamanya sejak hamil. Kebiasaan buruk seperti ini sangat tidak baik, apalagi untuk bayimu dan dirimu sendiri.
Sumber : cerpen
0 Response to "Bayi Ini Terlihat "Menderita Kesakitan" di Dalam Perut Ibunya, Setelah Diselidiki, Ternyata Karena "Satu Kebiasaan" Ibunya Ini!"
Post a Comment