Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info MUSIK TRADISIONAL ( Pengertian, Fungsi, Jenis, Musik Sebagai Simbol) : Seni Budaya yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali MUSIK TRADISIONAL ( Pengertian, Fungsi, Jenis, Musik Sebagai Simbol) : Seni Budaya tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
Pengertian Musik Tradisional
Musik pada hakikatnya adalah seni yang menggunakan media penciptaan bunyi. Namun, tidak semua bunyi dapat disebut musik karena sebuah musik harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut juga ditopang oleh berbagai komponen, seperti melodi, harmoni, ritme,timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk. Seni musik adalah seni pengorganisasian bunyi dilakukan dengan teknik tertentu, yang mempunyai arti dan makna estetis di dalamnya.Hoffer (1985 : 22) dalam Sumaryanto menegaskan ada dua ciri utama bagi suatu bunyi dapat disebut musik, yaitu pengorganisasian bunyi dan artinya. Musik adalah pengorganisasian bunyi dan memiliki arti terjadi dalam rntang waktu tertentu dan biasanya mempunyai pitch.
Musik tradisional adalah musik yang berasal dari daerah tertentu yang memiliki karakter atau gaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Keberlangsungan musik tradisional melalui upaya pewarisan secara turun temurun pada masyarakat pemiliknya.
Fungsi dan Jenis Musik Tradisional
1. Sarana Upacara Budaya (Ritual)
Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu,instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan upacara adat masyarakat.2. Sarana Hiburan
Musik tradisional berfungsi sebagai hiburan atau menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya.3. Sarana Ekspresi Diri
Musik bagi seniman sebagai media mengekspresikan diri serta mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita-cita tentang diri , masyarakat, Tuhan, dan dunia.4. Sarana Komunikasi
Alat musik digunakan sebagai sarana komunikasi yang memiliki tanda bagi maysarakatnya, sebagaimana kenuntungan dalam masyarakat yang tiap bunyinya memiliki pesan tertentu.5. Pengiring Tarian
Di berbagai daerah Indonesia, bunyi-bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian-tarian daerah.6. Sarana Ekonomi
Pemain musik tradisional dalam mempertunjukan permainan musiknya bertujuan sebagai sarana penghidupan ekonomi mereka.Musik tradisional dapat digolongkan menjadi beberpa jenis, yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik, dan gesek.
- Instrumen musik perkusi yaitu dimainkan dengan cara dipukuli dengan tangan atau stik, misalnya gamelan, talempong (Minangkabau), kolintang (Minahasa), arumba (Jawa Barat), gendang, tifa (Papua dan Maluku), dan lain-lain.
- Instrumen musik petik, misalnya kecapi (Jawa Barat), siter (Jawa Tengah), sasando (NTT), sampek (Kalimantan), hapetan (Tapanuli), dan junggaa (Sulawesi Selatan).
- Instrumen musik gesek, misalnya rebab yang dijumpai di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta, serta oyahan yang ada di Bali dan Kalimantan.
- Instrumen musik tiup, misalnya sejenis seruling, seperti saluang (Sumatera Barat), seruni (Sumatera Barat dan Kalimantan), dan seruling lembang (Tana Toraja).
Musik Sebagai Simbol Masyarakat Pendukungnya
Musik tradisional di wilayah Nusantra masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik musik tradisional tersebut terletak pada pola dan irama. Selain itu, juga instrumen musik dan bahasa yang digunakan. Perbedaan tersebut menjadikan musik tradisional memiliki makna yang berbeda di setiap daerah. Sebagian besar musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu daerah (musik vokal), tetapi juga ada yang berupa permainan instrumen musik (instrumental).Sebagaimana cabang seni yang lain, musik sarat dengan simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Simbol tersebut tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen tersebut (musikal) dan vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi rendahnya nada, ritme, dinamika, atau tempo. Sebagaimana unsur-unsur dasar musik dan unsur ekspresi musik yang idjelaskan berikut.
1. Unsur Dasar Musik
a. NadaNada adalah bunyi yang frekuensinya tetap, sedangkan frekuensi adalah jumlah getaran per detik. Makin banyak frekuensi bunyi, makin tinggi nadanya, dan sebaliknya. Kuat rendahnya nada ditentukan oleh lebar getaran atau amplitudo. Makin lebar amplitudonya, makin keras suaranya. Timbre atau warna nada ditentukan oleh instrumen, sumber bunyi, dan cara memainkannya.
Stemfluit (ditiup) dan stemvork atau garpu tala (diketukkan) adalah alat sebagai pedoman untuk menala atau menyetem nada. Nada dan not perlu dibedakan. Nada lebih bersifat audio (yang terdengar). Letaknya dapat berubah menurut tangga nada atau kunci yang digunakan. Sering diwujudkan dalam not angka. Not angka ini cocok digunakan sebagai notasi musik vokal. Adapun not bersifat visual (yang terlihat), nama dan letaknya pada paranada tetap (mutlak) meskipun tangga nadanya berubah, kecuali jika kuncinya dirubah. Not paranada cocok digunakan untuk notasi musik instrumen.
Sebuah paranada terdiri dari tanda kunci, garis, spasi, garis dan spasi bantu, garis birama, serta garis penutup. Paranada G untuk menotasikan not-not bernada tinggi, sedangkan paranada F untuk not rendah.
Nada pokok adalah nada atau not asli yang dikenal tanda kromatik. Ada beberapa tanda kromatik, yaitu sebagai berikut.
- (kres) : untuk menaikan not setengah nada.
- (mol) ; untuk menurunkan not setengah nada.
- (pugar) : untuk mengembalikan not yang telah dikres atau dimol ke not asal.
2. Unsur Ekspresi Musik
- Accelerando (accel.) : tempo semakin cepat.
- Ritardando (rit.) : tempo semakin lambat
- Fermata : durasi non atau diam diperpanjang karena pulsa ditahan sejenak, sesuai kehendak konduktor.
Dinamik adalah keras lirihnya lagu menurut ukuran intensitas tertentu. Dinamika menentukan ekspresi lagu, tandanya ditulis di atas bagian lagu yang dimaksud.
Berikut jenis tanda tingkat dinamik.
- Pianissimo (pp) : sangat lirih
- Piano (p) : lirih
- Mezzo piano (mp) : agak lirih
- Mezzo forte (mf) : agak keras
- Forte (f) : keras
- Fortissimo (ff) : sangat keras
- Kresendo (<) : suara makin keras.
- Deskresendo : suara makin lirih.
- Calando : berkurang volume suara dan kecepatan.
- Subito p atau f : tiba-tiba lirih atau keras.
Memainkan Alat Musik Tradisional
Permainan musik merupakan aktivitas atau kegiatan musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan secara perorangan/tunggal atau kelompok. Permainan musik dapat menggunakan media yang dapat dijadikan sebagai instrumen perkusif sederhana yang ada di sekitar Anda, seperti botol dan sendok, bel, tepukan tangan, serta entakan kaki. Dapat juga menggunakan instrumen musik.Instrumen musik sangat bervariasi dalam bentuk ataupun warna suara. Klasifikasi alat musik menurut Curt Suchs dan Hornbostel sebagai berikut.
- Idiophone : Badan alat musik itu sendiri yang menghasilkan bunyi. Contoh : triangle, cabaza, dan marakas.
- Aerophone : Udara atau satuan udara yang berada dalam alat musik itu sebagai penyebab bunyi. Contoh :recorder, seruling, dan saksofon.
- Membranophone : Kulit atau selaput tipis yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Contoh : gendang, conga, dan drum.
- Chordophone : Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai penyebab bunyi. Contoh : biola, gitar, dan mandolin.
- Electrophone : Alat musik yang ragam bunyi atau bunyinya dibantu atau disebabkan adanya daya listrik. Contoh : keyboard, portasound, dan gitar elektrik. Untuk dapat mempelajari musik dengan baik kita membutuhkan notasi musik atau sistem nada.
Berikut cara memainkan bonang.
1. Teknik Dua Nada Dipukul Bersamaan
2. Teknik Beberapa Nada Dipukul Satu Per Satu
3. Teknik Imbal-Imbalan
Teknik ini merupakan pola pukul imbal yang dilakukan oleh sepasang bonang, yaitu bonang barung dan bonang penerus. Biasanya teknik ini digunakan ketika penabuh gendang menabuh gandang ciblon, misalnya :- Bonang barung : . 1 . 3. 1. 3
- Bonang penerus : 2 . 5 . 2 . 5
Itulah Artikel Pandai mengenai "Musik Tradisional". Musik tradisional merupakan bagian dari identitas budaya lokal. Keberadaan musik tradisional sekarang ini menghadapi beberapa ancaman antara lain minimnya minat generasi penerus untuk mencintai atau berusaha melestarikannya.
Semoga dalam pelajaran ini kita lebih mengapresiasi seni musik tradisional dan bahkan bisa lebih mencintai dengan berusaha melestarikannya.
0 Response to "MUSIK TRADISIONAL ( Pengertian, Fungsi, Jenis, Musik Sebagai Simbol) : Seni Budaya"
Post a Comment