Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info Pengertian, Senyawa Pembentuk, Fungsi dan Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali Pengertian, Senyawa Pembentuk, Fungsi dan Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
Hantaran Listrik Larutan
Apakah semua larutan dapat menghantarkan arus listrik? Kabel listrik yang terbuat dari tembaga merupakan zat padat yang dapat mengalirkan arus listrik, sedangkan air merupakan zat cair juga dapat mengalirkan arus listrik. Mengapa hal itu dapat terjadi?Larutan merupakan campuran yang antarzat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogen di setiap bagian campuran (baik fase, komposisi, maupun sifat fisis lainnya). Komponen larutan adalah pelarut (solven) dan zat terlarut (solute). Contoh larutan adalah larutan gula, larutan alkohol, larutan urea, dan sebagainya.
Berdasarkan daya hantarnya, larutan dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu larutan elektrolit dan nonelektrolit.
1. Larutan elektrolit
Adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal tersebut disebabkan oleh adanya ion-ion positif yang berasal dari senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Zat-zat elektrolit dapat digolongkan menjadi asam, basa, dan garam. Larutan elektrolitnya berupa larutan asam, larutan basa, dan larutan garam. Jika dalam air larutan asam akan melepaskan ion H+ dan larutan basa akan melepaskan ion OH-. Adapun larutan garam merupakan larutan yang tersusun dari ion logam dan ion sisa asam (gabungan kation dari basa dan anion dari asam).- H2SO4 = Asam Sulfat
- NaCl = Natrium Klorida
- KOH = Kalium Hidroksida
- CH3COOH = Cuka (Asam Asetat)
- HCl = Asam Klorida
KI (aq) --> K+(aq) + I-(aq)
Ca(NO3)2(g) --> Ca2+(aq) + NO3-(aq)
- Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik besar sehingga menyebabkan nyala almpu terang. Contoh : larutan asam kuat (HCl, HBr, H2SO4, HNO3), basa kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba (OH)2), asam-asam oksihalogen (HClO, HIO, HCIO3, HIO4), dan garam-garam (NaCl, KCl). Kuat karena jumlah ionnya banyak.
- Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya gelembung gas saja. . Contoh : CH3COOH, Al(OH)3, AgCl, dan CaCO3. Lemah karena jumlah ionnya sedikit.
2. Larutan Nonelektrolit
Senyawa Pembentuk Larutan Elektrolit
1. Senyawa Ion
- Natrium klorida (NaCl)
- Kalium klorida (KCl)
- Natrium hidroksida (NaOH)
- Kalium hidroksida (KOH)
- Barium hidroksida (Ba(OH)2)
2. Senyawa Kovalen Polar
- Asam klorida (HCl)
- Asam sulfat (H2SO4)
- Asam asetat (CH3COOH)
- Amonia (NH3)
- Asam nitrat (HNO3)
Fungsi Larutan Elektrolit dalam Tubuh
- Elektrolit bentuk ion garam mineral (ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, fosfat, dan klorida) berfungsi mengembalikan dan mempertahankan tingkat hidrasi yang tepat di seluruh tubuh.
- Ion garam mineral memiliki kemampuan mempertahankan tekanan osmotik, membantu kontraksi otot dan memproduksi serta menyalurkan sinyal listrikdari otak ke sel dan sebaliknya.
- Keseimbangan elektrolit tubuh. Bila kadar elektrolit turun, seseorang akan lebih sering buang air kecil untuk membuangkelebihan air dari tubuh dan menyeimbangkan tingkat elektrolit. Sebaliknya, jika tubuh kelebihan elektrolit, seseorang akan merasa lebih haus dari biasanya agar tubuh mendapatkan lebih banyak air.
- Elektrolit bekerja dalam tubuh pada tingkat sel. Jika jumlahnya lebih rendah dari yang dibutuhkan dapat ememngaruhi semua sistem utama dan organ tubuh.
- Elektrolit bertugas mempertahankan suhu tubuh tetap stabil dan tetap dingin.
0 Response to "Pengertian, Senyawa Pembentuk, Fungsi dan Reaksi Ionisasi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit"
Post a Comment