Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
PARIS, LAMPUNGUPDATE.COM - Ribuan penguin di Antartika dikabarkan mati mengenaskan kelaparan. Diduga, penguin-penguin ini mati karena induknya terlambat memberi asupan makanan. Sebab, jarak tempuh telah bergeser menjauh dari jarak biasanya. Perubahan iklim yang tak stabil, memicu hamparan es semakin lebar dan luas.
Akibat kejadian tersebut, para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai “tragedi pembiakan”, di mana kondisi es laut yang sangat luas memaksa induk-induk penguin itu mencari makan lebih jauh.
Salah satu Ilmuwan asal Prancis yang didukung WWF, telah mempelajari sebuah koloni dari 18.000 pasang penguin Adelie di Antartika Timur sejak 2010. Dari penelitian itu, hanya dua ekor penguin yang ditemukan bertahan hidup dalam musim kawin paling akhir di awal tahun 2017.
Ilmuwan berpendapat, bencana es laut yang luas di akhir musim panas memaksa para penguin dewasa menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencari makanan. Sedangkan anak-anaknya sekarat menunggu induk-induknya.
Yan Ropert-Coudert, ilmuwan penguin di stasiun penelitian Dumont D’Urville mengatakan, wilayah koloni penguin terkena dampak perubahan lingkungan yang terkait dengan perpecahan gletser Mertz.
”Kondisi ini terjadi lebih sering karena terpecahnya gletser Mertz pada tahun 2010 yang mengubah konfigurasi bentangan laut di depan koloni tersebut,” papar dia.
”Tapi ada faktor lain yang perlu membutuhkan sebuah ‘tahun nol’; campuran suhu, arah angin dan kekuatan, tidak ada pembukaan polynya di depan koloni,” ujarnya, seperti dilansir AFP, Sabtu.
Polynya adalah area laut yang belum dicairkan dalam wujud es. Musim depan sepertinya lebih baik bagi burung-burung itu di lautan es. ”Tapi kita tidak pernah tahu bagaimana hal itu akan berubah menjadi buruk,” jelasnya.
Empat tahun yang lalu, koloni yang sama berjumlah 20.196 pasang penguin pada saat itu, gagal menghasilkan satu betina. Laporan bencana pembiakan penguin ini muncul menjelang pertemuan tahunan Konservasi Sumber Daya Air Laut Antartika (CCAMLR) di Hobart pada minggu depan. (*)
0 Response to "Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan"
Post a Comment