Kabar Sepang-Seputar kabar informasi kawasan serumpun sekitar Melayu, Menyajikan seputar berita terhangat dan terpercaya. Dan bicara kabar berita maka tidak terlepas dari info Kisah Pilu Sejak Kecil Hingga 10 Tahun Sulami ‘Manusia Kayu’ Asal Sragen Yang Membuat Simpati Dunia yang perlu anda cari tahu kebenarannya. Dimana andalah yang menentukan semuanya. Kabar atau informasi yang beredar terkadang membuat seseorang mudah untuk percaya, namun perlu ada klarifikasi kebenaran atas berita tersebut. Dan anda orangnyalah yang perlu untuk menganalisanya. Sebab berita atau kabar cuma bersifat menyampaikan . Dan terkadang jika terjadi hasutan maka anda boleh untuk memprotesnya, tidak terkecuali Kisah Pilu Sejak Kecil Hingga 10 Tahun Sulami ‘Manusia Kayu’ Asal Sragen Yang Membuat Simpati Dunia tentang itu. Mungkin anda masih berfikir bahwa semua itu cuma kebohongan belaka atau anda cuma berfikir dan menenlan mentah-mentah berita tersebut. Dan mulai saat ini anda harus mencobanya untuk menyaring berita tersut.
Sulami sendiri menderita Ankylosing Spondylitis, yaitu penyakit peradangan kronis genetik yang menyebabkan ruas tulang belakang melekat menjadi satu dan membuat tubuhnya kaku. Penyakit ini ia derita sejak kecil hingga pada usia 10 tahun, seluruh tubuhnya kaku tak dapat digerakkan.
Kondisi serupa juga pernah dialami oleh saudari kembar Sulami, Paniyem. Sayangnya, ia meninggal dunia pada empat tahun lalu. Pihak keluarga sempat membawanya berobat, namun keterbatasan biaya menghalangi kesembuhannya. Kisah pilu Sulami pun menuai simpati dari netizen dunia.
“Ibuku juga menderita Ankylosing Spondylitis, tapi kami adalah orang Barat jadi dia bisa sembuh. Tapi lihatlah wanita Indonesia ini, ia menderita karena tak ada biaya pengobatan…” tulis seorang netizen dari Daily Mail. “Kasihan sekali, aku saja selalu mengeluh saat punggungku sakit,” tulis yang lain. “Seseorang, tolong bantulah dia,” tulis yang lainnya lagi. (wk/kr)
0 Response to "Kisah Pilu Sejak Kecil Hingga 10 Tahun Sulami ‘Manusia Kayu’ Asal Sragen Yang Membuat Simpati Dunia"
Post a Comment